BANGKA TENGAH — Sorotan terhadap aktivitas pertambangan timah kini meluas tidak hanya pada kegiatan di lokasi, tetapi juga pada jaringan penampungan, pengangkutan, hingga pengolahan hasilnya. Informasi yang beredar menyebut adanya aliran pasir timah dari perairan Desa Rajik, Bangka Selatan, menuju tempat penampungan dan pengolahan di Kabupaten Bangka Tengah.
Inal Diduga Tampung Hasil Laut Permis, Dilebur ke Gudang Henk
Berdasarkan informasi yang dihimpun, nama Inal disebut-sebut sebagai pihak yang menampung pasir timah hasil pertambangan di kawasan Laut Permis, Desa Rajik, Bangka Selatan. Hasil tersebut kemudian diduga dibawa untuk diproses lebih lanjut.
Pasir timah itu disebut dikumpulkan dan dilebur di Desa Terak, Kecamatan Simpang Katis, Bangka Tengah, tepatnya di gudang pengolahan yang diduga milik Henk.
Informasi ini masih memerlukan verifikasi dan konfirmasi langsung dari pihak yang disebut maupun instansi berwenang.
Masyarakat Minta Rantai Penuh Dibongkar — Bukan Hanya Pekerja Lapangan
Warga menegaskan bahwa pengawasan tidak boleh berhenti di penambang di lapangan saja. Seluruh jalur harus ditelusuri:
- Asal-usul material timah tersebut;
- Kelengkapan dokumen dan izin kegiatan;
- Pihak yang menampung, mengangkut, membeli, hingga mengolah hasil tambang;
- Legalitas gudang pengolahan di Desa Terak.
Masyarakat meminta aparat menelusuri rantai secara utuh — dari laut di Bangka Selatan hingga ke bangunan pengolahan di Bangka Tengah — guna memastikan apakah aliran ini berasal dari kegiatan yang sah atau justru dari pertambangan tanpa izin.
Langkah Tegas Dinantikan
Jika terbukti terdapat pelanggaran, seluruh pihak yang terlibat dalam rantai distribusi dan pengolahan diharapkan turut diproses sesuai hukum yang berlaku. Publik kini menunggu langkah nyata dari aparat penegak hukum dan instansi terkait untuk mengklarifikasi keterlibatan nama-nama yang disebut serta memeriksa langsung lokasi penampungan maupun pengolahan tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, dugaan keterlibatan Inal dan Henk serta aktivitas di kedua lokasi masih memerlukan konfirmasi resmi. Redaksi akan terus memantau perkembangan dan mengupayakan konfirmasi langsung kepada pihak terkait.
(Redaksi)
Tags:
Berita



