Mode Gelap Grid Pencarian
Iklan

Dugaan Penimbunan BBM Bersubsidi: Bos Pom Mini di Desa Permis Diduga Simpan Puluhan Jerigen, Diambil dari SPBU Pangkalanpinang


 

BANGKA SELATAN — Di tengah kelangkaan dan antrean panjang bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah daerah, muncul informasi mengenai dugaan penimbunan dan penyalahgunaan BBM bersubsidi di Desa Permis, Kecamatan Simpang Rimba, Kabupaten Bangka Selatan. Sabtu (24/10/2026), warga melaporkan menemukan puluhan jerigen BBM yang diduga disembunyikan di sebuah gudang di tengah pemukiman warga.
 
Berdasarkan informasi yang dihimpun awak media, lokasi tersebut diketahui dikelola oleh seorang yang bernama Rahmat, yang diduga memiliki dua unit pom mini di wilayah Desa Permis. Puluhan jerigen yang ditemukan di gudang tersebut diduga ditampung untuk kemudian dijual kembali melalui pom mini yang dimilikinya.
 
Warga yang enggan disebutkan identitasnya menyampaikan bahwa BBM tersebut diduga diperoleh dari berbagai SPBU di wilayah Pangkalanpinang maupun dari pengecer lain, lalu dibawa dan ditampung di lokasi tersebut.
 
"Dia punya dua pom mini di Desa Permis. Sering ada yang bawa minyak dari arah Pangkalanpinang, ditutup rapat pakai terpal. Minyak itu langsung ditampung di gudang, baru kemudian dialirkan ke pom mininya untuk dijual," ujar sumber kepada awak media.
 
Di tengah kelangkaan BBM yang dirasakan masyarakat saat ini, praktik semacam ini dikhawatirkan memperparah situasi. Warga mengeluhkan tidak hanya sulitnya mendapatkan BBM, tetapi juga harga yang semakin melambung tinggi di pasaran. Jika dugaan ini terbukti benar, hal ini diduga sangat merugikan masyarakat yang membutuhkan BBM bersubsidi.
 
Masyarakat pun berharap pihak berwenang dan aparat terkait segera melakukan pengecekan dan penindakan tegas di lokasi tersebut guna mengurai kelangkaan BBM yang terjadi dan menertibkan praktik yang diduga melanggar aturan penyaluran BBM bersubsidi. Awak media akan terus memantau perkembangan situasi di lapangan.

Catatan Redaksi
 
Berita ini berdasarkan informasi dari warga dan belum dikonfirmasi ke pihak berwenang. Redaksi membuka ruang konfirmasi dan klarifikasi bagi pihak-pihak yang terkait.

Baca Juga
Baca Juga
Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak